Temu akbar Tim NAPZA SMP KRISTEN PENABUR

           Tim Peer Educator merupakan tim yang dibantuk untuk mendidik teman-teman kita mengenai bahaya NAPZA (Narkotika, Alkhohol, Psikotropika, dan Zat-zat adiktif). Peer Educator pada umumnya merupakan teman-teman sebaya. Mengapa Peer Educator harus teman-teman sebaya? Karena teman-teman sebaya dapat menjangkau atau dapat lebih pengertian kepada teman-teman kita dibandingkan dengan guru, sehingga lebih mudah untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya NAPZA. Tim Peer Educator SMPK Penabur dibentuk pada tahun 2003. Bagi anak-anak yang terpilih menjadi Peer Educator masing-masing sekolah, akan diadakan seminar pada awal tahun tahun dan temu akbar pada akhir tahun dengan tujuan untuk menghasilkan tim Peer Educator yang berkualitas sehingga bermanfaat bagi teman-teman sebayanya.

             Temu akbar Tim NAPZA dilaksanakan kamis, 1 November 2018 di SMPK 4 PENABUR Jakarta. Acara diawali dengan penyegar untuk mengingat materi yang diseminarkan pada Januari 2018. Setelah itu kami diajak untuk menari bersama supaya kami tidak mengantuk. Setelah selesai menari, kami pun dipertemukan dengan orang jenius yang berprofesi sebagai dokter bedah sekaligus polisi yaitu, Brigjen Victor. Dia menceritakan mengenai kisah hidupnya yang membuat saya sangat terkesan. Setelah dia memperkenalkan diri, dia pun membawakan seminar mengenai bahaya NAPZA.

 

             Di dalam seminar tersebut disampaikan berbagai bahaya NAPZA seperti, halusinasi, kecanduan, masa depan suram, dan yang paling parah adalah kematian. Tapi, yang berbeda dari seminar yang lain adalah, Brigjen Victor ini membawakan seminar dipadukan dengan pertunjukkan sulap. Setiap anak yang maju untuk membantu menampilkan sulap akan diberikan uang Rp. 100.000, dan betapa beruntungnya saya karena saya mendapatkan uang tersebut. Setelah Brigjen Victor selesai membawakan seminarnya, diadakan lomba kuis kahood yaitu, kuis online. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan bahaya NAPZA. Salah satu anggota NAPZA dari sekolah saya, Christopher JP, dia mendapatkan juara 3 dalam lomba tersebut. Setelah lomba kahood berakhir, diumumkannya pemenang lomba vlog, kami pun mendapatkan juara 2 dari lomba vlog tersebut, yang mendapat juara 3 adalah SMPK PENABUR Jababeka, dan yang mendapatkan juara 1 adalah SMPK 6 PENABUR. Dan saya tidak menyangka, tim Peer Educator dari sekolah saya berhasil menyabet gelar sebagai tim Peer Educator terbaik. Dengan demikian, sekolah SMPK 7 Penabur mendapatkan 3 gelar dalam acara ini. Sebelum pulang, saya dan 2 peserta terbaik Peer Educator diwawancara dan hasil wawancara tersebut di bagikan di akun resmi BPK Penabur Jakarta.

 

By: Tyrone Anselyno HalimKelas 8D